Sabtu, 28 September 2013

(FIQIH) BAB AKHLAQ PRIBADI


AKHLAQ PRIBADI

A.     SHIDIQ
Shidiq (ash-sidqu) artinya benar atau jujur, lawan dari dusta atau bohong (al-kazib). Seorang muslim dituntut selalu berada dalam keadaan benar lahir bathin.Antara hati dan perkataan harus sama, tidak boleh berbeda, apalagi antara perkataan dan perbuatan.
·       Bentuk-bentuk Shidiq Ada lima macam bentuk Shidiq ;

1.      Benar Perkataan ( Shidq Al-Hadits)
Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu : Apabila berkata, dusta;  bila berjanji, mungkir, dan bila dipercaya, khianat.” (HR. Muttafaqun’ Alaihi)
2.      Benar Pergaulan ( Shidq Al-Mu’amalah )
3.      Benar Kemauan ( Shidq Al-‘Azam )
4.      Benar Janji ( Shidq Al-Wa’ad )
5.      Benar Kenyataan (  Sidq al-hul )


·       Bentuk-bentuk Kebohongan
Sifat bohong adalah sifat yang sangat tercela. Seorang muslim harus menjauhi segala macam bentuk kebohongan baik dalam bentuk penghianatan, mungkir janji, kesaksian palsu, fitnah, gunjingan atau bentuk-bentuk lainnya.

Beberapa bentuk kebohongan yang biasa terjadi ditengah masyarakat :

1.      Khianat
Sifat khianat adalah sejelek-jeleknya sifat bohong yang dimiliki seseorang. Mudharatnya langsung menimpa oranglain. Allah SWT melarang orang-orang yang beriman berkhianat, apalagi kepada Allah dan Rasul-Nya. Dia tidak menyukai para pengkhianat.
2.      Mungkir Janji
Sifat mungkir janji menunjukan pelakunya memiliki kepribadian yang lemah. Sifat itu mencabut kasih sayang dan mendatangkan kemudharatan. Mungkir janji menyebabkan waktu terbuang sia-sia dan melahirkan angan-angan kosong. Oleh sebab itu Rasulullah SAW memasukan mungkir janji sebagai salah satu sifat orang-orang munafik.(HR.Muslim )
3.      Kesaksian Palsu
Kesaksian palsu termasuk salah satu dari dosa-dosa besar. Dan salah satu sifat “Ibadurrahman (hamba-hamba Allah yang akan mendapat kasih sayang-NYA) ialah tidak memberikan kesaksian palsu.
4.      Fitnah
Fitnah akan mendatangkan mudarat yang besar bagi masyarakat. Oleh sebab itu Alloh memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk tabbayun menyelidiki kebenaran suatu berita ),sebelum mempercayai suatu berita yang disampaikan orang-orang fasik,supaya tidak mendatangkan malapetaka kepada orang yang tidak bersalah.
5.      Gunjing
Sifat ini menunjukan bahwa pelakunya memiliki jiwa yang sakit, tidak ada yang menjadi keinginannya kecuali melihat orang bertengkar dan bermusuhan.



B.     AMANAH
Amanah artinya dipercaya, seakar dengan kata iman. Amanah dalam pengertian yang sempit adalah memelihara titipan dan mengembalikannya kepada pemiliknya dalam bentuk semula. Sedangkan dalam pengertian yang luas amanah mencakup banyak hal : Menyimpan rahasia orang, menjaga kehormatan orang lain, menjaga dirinya sendiri, menunaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya dan lain-lain sebagainya.
Tugas-tugas yang dipikulkan Allah kepada manusia, oleh Al-Quran disebut sebagai amanah (amanah taklif). Amanah taklif inilah yang paling berat dan besar.
·       Bentuk-bentuk Amanah

1.      Memelihara Titipan dan Mengembalikannya Seperti Semula
2.      Menjaga Rahasia
3.      Tidak Menyalahgunakan Jabatan
4.      Menunaikan Kewajiban Dengan Baik
5.      Memelihara Semua Nikmat yang Diberikan Allah
·       
Khianat
Lawan dari amanah adalah khianat. Sifat khianat adalah sifat kaum munafik yang sangat dibenci oleh Allah SWT, apalagi kalau yang dikhianatinya adalah Allah dan Rasul-Nya.
C.     ISTIQAMAH
Secara etimologis, istiqama berasal dari kata istaqama-yastaqimu , Yang berarti tegak lurus. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, istiqamah diartikan sebagai sikap teguh pendirian dan selalukonsekuen .Dalam terminology akhlaq, istiqamah adalah sikap teguh dalam mempertahankan keimanan dan keislaman sekalipun menghadapi berbagai macam tantangan dan godaan.
·       Ujian Keimanan
Di dalam Al-Quran dijel;askan bahwa setiap orang yang mengaku beriman pasti akan menghadapi ujian.
Firman Allah SWT :
“ Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan :  “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS. Al-Ankabut 29 : 4)
D.     IFFAH
Secara etimologis, ‘iffah adalah bentuk masdar dari affa-yu’iffu-‘iffah yang berarti menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak baik, dan juga berarti kesucian tubuh.
Secara terminologis, iffah adalah memelihara kehormatan diri dari segala hal yang akan merendahkan, merusak dan menjatuhkannya.
·       Bentuk-bentuk iffah
1.      Untuk menjaga kehormatan diri dalam hubungannya dengan masalah seksual, seorang muslim dan muslimah diperintahkan untuk menjaga penglihatan, pergaulan dan pakaiannya.
Allah SWT Berfirman :
“katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya…(QS. An-Nur  24 :30-31)
2.      Untuk menjaga kehormatan diri dalam hubungannya dengan masalah harta, islam mengajarkan, terutama bagi orang miskin untuk tidak menadahkan tangan meminta-minta.
3.      Untuk maenjaga kehormatan diri dalam hubunganya dengan kepercayaan orang lain, seseorang harus betul-betul menjauhi segala macam bentuk ketidak jujuran.
Orang yang memiliki sifat iffah (disebut ‘afif) akan dihormati dan mendapat kepercaya masyarakat. Dan yang lebih penting lagi dia akan mendapat kan ridho Alloh SWT.


E.     MUJAHADAH
Istilah mujahdah berasal dari kata  jahada-yujahidu-mujahadah-jihad yang berat mencurahkan segala kemampuan (badzlu  al-wus’i). Dalam kontek akhlak mujahadah adalah mencurahkan segal kemampuan untuk melepaskan diri dari segala hal yang menghambat pendekatan diri terhadap Alloh SWT, baik yang bersifat internal maupun external.
Objek mujahah
1.    jiwa yang selalu mendorong seseorang untuk melakukan kedurhakaan atau dalam istilah Al-Quran fujur.
2.    Hawa nafsu yang tidak terkendali, yang menyebabkan seseorang melakukan apa saja untuk memenuhi hawa nafsunya itu tanpa mempedulikan larang-larangan Allah SWT, dan tanpa mempedulikan mudharat bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
3.    syaithan yang selalu menggoda umat manusia untuk memperturutkan hawa nafsu sehingga mereka lupa kepada Allah SWT dan untuk selanjutnya lupa kepada dirinya mereka sendiri.
6.    orang –orang kafir dan munafik yang tidak pernah berpuas hati sebelum orang – orang yang beriman kembali menjadi kufur.
7.    para pelaku kemaksiatan dan kemunkaran, termasuk dari orang –orang yang mengaku beriman sendiri yang tidak merugikan mereka sendiri, tapi juga merugikan masyarakat.
Cara mujahadah
Setelah menyadari enam hal diatas, maka kita perlu berusaha mencurahkan segala kemampuan dan potensi yang kita miliki untuk menghadapinya sehingga tidak ada lagi hambatan.
 Secara garis besar ada 3 cara mujahadah.
Yang pertama, sebagai landasan teoritis, berusaha sungguh-sungguh:
1.      memahami hakikat jiwa dan bagaimana pengaruh kebaikan dan keburukan yg dilakukan terhadap kesucian jiwa.
2.      menyadari bahwa hawa nafsu kalau dikelola dengan baik akan berakibat positif untuk kebaikan diri.
3.      menyadari dan mengingat selalu bahwa syaitan tidak akan pernah berhenti menjerumuskan umat manusia dengan segala macam cara.
4.      menyadari bahwa segala kenikmatan hidup di dunia belum ada artinya dibandingkan dengan kenikmatan yg akan di dapat di sorga.
5.      menyadari bahwa sebagian orang- orang kafir dan munafik tidak akan pernah berdiam diri selama orang-orang berfirman tidak mengikuti pandang dan sikap hidup mereka.
6.      menyadari bhwa kemaksiatan dan kemunkaran kalau di biyarkan akan dapat merusak masyarakat dan menghancurkan segala kebaikan yg sudah bersusah payah di bangun.
Cara mujahadah yg kedua adalah dengan melakukan amal ibadah praktis yg dituntutkan oleh Rasulullah SAW. Amalan-amalan praktis itu antara lain:
1.      sering mendirikan shalat malam atau Qiyam al-lail
2.      mengerjakan puasa sunah senin kamis, atau puasa nabi daud atau puasa sunnah lainnya.
3.      membaca Al- Qu’ran sebanyak –bayaknya. Akan lebih baik lagi di ikuti dengan pemahaman dan pereningan isinya.
4.      berzikir dan berdoa terutama mohon perlindungan Allah SWT dari godaan syaitan.
Cara mujhadah ke tiga (untuk menghadapi hambatan dari luar)adalah dengan jihad, mulai dari jihad dengan harta benda, ilmu pengetahuan,tenaga, sampai kepada jihad dengan nyawa.
F.  SYAJA’AH
Syaj’ah artinya berani, tapi bukan berani dalam arti siap menantang siapa saja tanpa mempedulikan apakah dia berada dipihak yg benar atau salah, dan bukan pula berani memperturutkan hawa nafsu.
Bentuk – bentuk keberanian
1.      Keberanian menyatakan kebenaran (kalimah al- baq) sekalipun dihadapan penguasa yg zalim.
2.      Keberanian untuk mengendalikan diri tatkala marah sekalipun dia mampu melampiaskannya.
 Menurut Raid abdul hadi, sebab seseorang memilki keberanian:
Rasa takut kepada Allah SWT, Lebih mencintai akhirat daripada dunia, Tidak takut mati, Tidak ragu – ragu, Tawakal dan yakin akan pertolongan Allah.
·  Jubun atau penakut
Lawan dari sifat syaja’ah adalah jubun yaitu penakut. Takut menghadapi musuh, takut menyatakan kebenaran, takut gagal, takut menghadapi resiko dan ketakutan- ketakutan lainnya. Pribahasa arab mengatakan :
siapa yg takut kepada Allah, allah akan membuat segala sesuatu takut kepadanya. Sebaliknya siapa yg tidak takut kepada allah, maka allah akan membuat dia takut kepada setiap sesuatu.
G. TAWADHU’
Tawadhu’ artinya rendah hati, lawan dari sombong atau takabur. Orang yg rendah hati tidak memandang dirinya lebih dari orang lain, sementara orang yg sombong mengharagai dirinya secara berlebihan.
Bentuk- bentuk tawadhu’ :
1.    Tidak menonjolkan diri dari orang-orang yg level atau statusnya sama
2.    Berdiri dari tempat duduknya dalam satu majlis untuk menyambut kedatangan orang yg lebih mulia dan lebih berilmu dari pada dirinya.
3.    Bergaul dengan orang awam denngan ramah, dan tidak memandang dirinya lebih dari mereka.
4.    Mau mengunjungi orang lain sekalipun lebih rendah status sosialnya
5.    Tidak makan minum dengan berlebihan dan tidak memakai pakaian yg menunjukan kemegahan dan kesombongan
Takabur dan sombong
Lawan dari sikap tawadhu’ adalah takabur atau sombong yaitu sikap menganggap diri lebih dan meremehkan orang lain.
Bentuk- bentuk takabur:
1.      Kalau mendatangi suatu majlis, dia ingin dan senang kalau para hadirin berdiri menyambutnya.
2.      Kalau berjalan, dia ingin ada orang yg berjalan dibelakangnya,untuk menunjukan bahwa dia lebih hebat dan lebih mulia dari yg lainnya.
3.      Tidak mau mengunjungi orang yg status nya di anggap lebih rendah dari dirinya.
H. MALU
Malu adalah sifat atau perasaan yg menimbulkan keengganan melakukan sesuatu yg rendah atau tidak baik. Rasulullah bersabda :
“ sesungguhnya semua agama itu mempunyai akhlaq dan akhlaq islam islam itu adalah sifat malu.” (HR.Malik)
Malu dan iman adalah salah satu refleksi iman. Bahkan malu dan iman akan selalu hadir bersama-sama. Rasa malu berfungsi mengontrol dan mengendalikan seseorang dari segala sikap dan perbuatan yg dilarang oleh agama. Malu,amanah, rahmah dan islam adalah empat hal yg saling berkait. Konsekuensi logis dari hilngnya malu adalah hilngnya amanah.
I.                 SABAR
Secara etimologis sabar (ash- sabr) berarti menahan dan mengekang (al babs wa al kuf) secara terminologis sabar berarti menahan dari segala sesuatu yg tidak disukai itu tidak selamanya terdiri dari hal-hal yg tidak disenangi seperti musibah kematian,sakit, kelaparan dan sebagainya.
Macam – macam sabar
Menurut yusuf al- Qardhawi dalam bukunya Ash-shabrfi al – Qur’an sabar dapat dibagi enam macam: sabar menerima cobaan hidup, sabar dari keinginan hawa nafsu, sabar dalam ta’at kepada allah, sabar dalam berdakwah, sabar dalam perang,sabar dalam pergaulan.
J.   PEMAAF
Pemaaf adalah sikap suka memberi maaf terhadap kesalahan orang lain tanpa ada sedikit pun rasa benci dan keinginan untuk membalas. Dalam bahasa arab sifat pemaaf tersebut disebut dengan al- afwu yg secara etimologis berarti kelebihan atau yg berlebih.
Lapang dada: tindakan memberi maaf sebaiknya diikuti dengan tindakan berlapang dada. Dalam bahasa arab disebut ash- shafbu yg secara etimologis  berarti lapang.
Dendam
Lawan dari sifat pemaaf adalah dendam, yaitu menahan rasa permushan didalam hati dan menunggu kesempatan untuk membalas.

Mau info lebih klik juga di sini :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar