AKHLAQ PRIBADI
A.
SHIDIQ
Shidiq (ash-sidqu) artinya benar atau jujur, lawan dari dusta atau bohong
(al-kazib). Seorang muslim dituntut selalu berada dalam keadaan benar lahir bathin.Antara
hati dan perkataan harus sama, tidak boleh berbeda, apalagi antara perkataan
dan perbuatan.
·
Bentuk-bentuk
Shidiq Ada lima macam bentuk Shidiq ;
1.
Benar
Perkataan ( Shidq Al-Hadits)
Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu : Apabila berkata, dusta; bila berjanji, mungkir, dan bila dipercaya,
khianat.” (HR. Muttafaqun’ Alaihi)
2.
Benar
Pergaulan ( Shidq Al-Mu’amalah )
3.
Benar
Kemauan ( Shidq Al-‘Azam )
4.
Benar Janji
( Shidq Al-Wa’ad )
5.
Benar
Kenyataan ( Sidq al-hul )
·
Bentuk-bentuk
Kebohongan
Sifat bohong adalah sifat yang sangat tercela. Seorang muslim harus
menjauhi segala macam bentuk kebohongan baik dalam bentuk penghianatan, mungkir
janji, kesaksian palsu, fitnah, gunjingan atau bentuk-bentuk lainnya.
Beberapa bentuk kebohongan yang biasa terjadi ditengah masyarakat :
1.
Khianat
Sifat khianat adalah sejelek-jeleknya sifat bohong yang dimiliki
seseorang. Mudharatnya langsung menimpa oranglain. Allah SWT melarang
orang-orang yang beriman berkhianat, apalagi kepada Allah dan Rasul-Nya. Dia
tidak menyukai para pengkhianat.
2.
Mungkir
Janji
Sifat
mungkir janji menunjukan pelakunya memiliki kepribadian yang lemah. Sifat itu
mencabut kasih sayang dan mendatangkan kemudharatan. Mungkir janji menyebabkan
waktu terbuang sia-sia dan melahirkan angan-angan kosong. Oleh sebab itu
Rasulullah SAW memasukan mungkir janji sebagai salah satu sifat orang-orang
munafik.(HR.Muslim )
3.
Kesaksian
Palsu
Kesaksian palsu termasuk salah satu dari dosa-dosa besar. Dan salah satu
sifat “Ibadurrahman (hamba-hamba Allah yang akan mendapat kasih sayang-NYA)
ialah tidak memberikan kesaksian palsu.
4.
Fitnah
Fitnah akan mendatangkan mudarat yang besar bagi masyarakat. Oleh sebab
itu Alloh memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk tabbayun
menyelidiki kebenaran suatu berita ),sebelum mempercayai suatu berita yang
disampaikan orang-orang fasik,supaya tidak mendatangkan malapetaka kepada orang
yang tidak bersalah.
5.
Gunjing
Sifat ini menunjukan bahwa pelakunya memiliki jiwa yang sakit, tidak ada
yang menjadi keinginannya kecuali melihat orang bertengkar dan bermusuhan.
B.
AMANAH
Amanah artinya dipercaya, seakar dengan kata iman. Amanah dalam pengertian
yang sempit adalah memelihara titipan dan mengembalikannya kepada pemiliknya
dalam bentuk semula. Sedangkan dalam pengertian yang luas amanah mencakup
banyak hal : Menyimpan rahasia orang, menjaga kehormatan orang lain, menjaga
dirinya sendiri, menunaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya dan lain-lain
sebagainya.
Tugas-tugas yang dipikulkan Allah kepada manusia, oleh Al-Quran disebut
sebagai amanah (amanah taklif). Amanah taklif inilah yang paling berat dan
besar.
·
Bentuk-bentuk
Amanah
1.
Memelihara
Titipan dan Mengembalikannya Seperti Semula
2.
Menjaga
Rahasia
3.
Tidak
Menyalahgunakan Jabatan
4.
Menunaikan
Kewajiban Dengan Baik
5.
Memelihara
Semua Nikmat yang Diberikan Allah
·
Khianat
Lawan dari amanah adalah khianat. Sifat khianat adalah sifat kaum munafik
yang sangat dibenci oleh Allah SWT, apalagi kalau yang dikhianatinya adalah
Allah dan Rasul-Nya.
C.
ISTIQAMAH
Secara etimologis, istiqama berasal dari kata istaqama-yastaqimu
, Yang berarti tegak lurus. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, istiqamah
diartikan sebagai sikap teguh pendirian dan selalukonsekuen .Dalam
terminology akhlaq, istiqamah adalah sikap teguh dalam mempertahankan keimanan
dan keislaman sekalipun menghadapi berbagai macam tantangan dan godaan.
·
Ujian
Keimanan
Di dalam Al-Quran dijel;askan bahwa setiap orang yang mengaku beriman
pasti akan menghadapi ujian.
Firman Allah SWT :
“ Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak
diuji lagi?” (QS. Al-Ankabut 29 : 4)
D.
IFFAH
Secara etimologis, ‘iffah adalah bentuk masdar dari affa-yu’iffu-‘iffah
yang berarti menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak baik, dan juga berarti
kesucian tubuh.
Secara terminologis, iffah adalah memelihara kehormatan diri dari segala
hal yang akan merendahkan, merusak dan menjatuhkannya.
·
Bentuk-bentuk
iffah
1.
Untuk
menjaga kehormatan diri dalam hubungannya dengan masalah seksual, seorang
muslim dan muslimah diperintahkan untuk menjaga penglihatan, pergaulan dan
pakaiannya.
Allah SWT Berfirman :
“katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci
bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.
Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya
dan memelihara kemaluannya…(QS. An-Nur
24 :30-31)
2.
Untuk
menjaga kehormatan diri dalam hubungannya dengan masalah harta, islam mengajarkan,
terutama bagi orang miskin untuk tidak menadahkan tangan meminta-minta.
3.
Untuk
maenjaga kehormatan diri dalam hubunganya dengan kepercayaan orang lain,
seseorang harus betul-betul menjauhi segala macam bentuk ketidak jujuran.
Orang yang memiliki
sifat iffah (disebut ‘afif) akan dihormati dan mendapat kepercaya masyarakat.
Dan yang lebih penting lagi dia akan mendapat kan ridho Alloh SWT.
E. MUJAHADAH
Istilah mujahdah berasal dari kata
jahada-yujahidu-mujahadah-jihad yang berat mencurahkan segala kemampuan
(badzlu al-wus’i). Dalam kontek akhlak
mujahadah adalah mencurahkan segal kemampuan untuk melepaskan diri dari segala
hal yang menghambat pendekatan diri terhadap Alloh SWT, baik yang bersifat
internal maupun external.
Objek
mujahah
1.
jiwa
yang selalu mendorong seseorang untuk melakukan kedurhakaan atau dalam istilah
Al-Quran fujur.
2.
Hawa nafsu yang tidak terkendali, yang menyebabkan seseorang melakukan apa saja untuk memenuhi hawa nafsunya itu tanpa
mempedulikan larang-larangan Allah SWT, dan tanpa mempedulikan mudharat bagi
dirinya sendiri maupun orang lain.
3.
syaithan
yang selalu menggoda umat manusia untuk memperturutkan hawa nafsu sehingga
mereka lupa kepada Allah SWT dan untuk selanjutnya lupa kepada dirinya mereka
sendiri.
6.
orang
–orang kafir dan munafik yang tidak pernah berpuas hati sebelum orang – orang yang beriman kembali menjadi kufur.
7.
para
pelaku kemaksiatan dan kemunkaran, termasuk dari orang –orang yang mengaku beriman sendiri yang tidak merugikan mereka sendiri, tapi juga merugikan
masyarakat.
Cara
mujahadah
Setelah menyadari enam hal diatas, maka kita perlu berusaha mencurahkan segala
kemampuan dan potensi yang kita miliki untuk menghadapinya sehingga tidak ada
lagi hambatan.
Secara
garis besar ada 3 cara mujahadah.
Yang pertama, sebagai landasan teoritis, berusaha sungguh-sungguh:
1.
memahami
hakikat jiwa dan bagaimana pengaruh kebaikan dan keburukan yg dilakukan
terhadap kesucian jiwa.
2.
menyadari
bahwa hawa nafsu kalau dikelola dengan baik akan berakibat positif untuk
kebaikan diri.
3.
menyadari
dan mengingat selalu bahwa syaitan tidak akan pernah berhenti menjerumuskan
umat manusia dengan segala macam cara.
4.
menyadari
bahwa segala kenikmatan hidup di dunia belum ada artinya dibandingkan dengan
kenikmatan yg akan di dapat di sorga.
5.
menyadari
bahwa sebagian orang- orang kafir dan munafik tidak akan pernah berdiam diri
selama orang-orang berfirman tidak mengikuti pandang dan sikap hidup mereka.
6.
menyadari
bhwa kemaksiatan dan kemunkaran kalau di biyarkan akan dapat merusak masyarakat
dan menghancurkan segala kebaikan yg sudah bersusah payah di bangun.
Cara mujahadah yg kedua adalah dengan melakukan amal ibadah praktis yg
dituntutkan oleh Rasulullah SAW. Amalan-amalan praktis itu antara lain:
1.
sering
mendirikan shalat malam atau Qiyam
al-lail
2.
mengerjakan
puasa sunah senin kamis, atau puasa nabi daud atau puasa sunnah lainnya.
3.
membaca
Al- Qu’ran sebanyak –bayaknya. Akan lebih baik lagi di ikuti dengan pemahaman
dan pereningan isinya.
4.
berzikir dan berdoa terutama mohon perlindungan Allah SWT
dari godaan syaitan.
Cara mujhadah ke tiga (untuk menghadapi hambatan dari luar)adalah dengan
jihad, mulai dari jihad dengan harta benda, ilmu pengetahuan,tenaga, sampai
kepada jihad dengan nyawa.
F.
SYAJA’AH
Syaj’ah artinya berani, tapi bukan berani dalam arti
siap menantang siapa saja tanpa mempedulikan apakah dia berada dipihak yg benar
atau salah, dan bukan pula berani memperturutkan hawa nafsu.
Bentuk
– bentuk keberanian
1.
Keberanian menyatakan kebenaran (kalimah al- baq)
sekalipun dihadapan penguasa yg zalim.
2.
Keberanian untuk mengendalikan diri tatkala marah
sekalipun dia mampu melampiaskannya.
Menurut Raid
abdul hadi, sebab seseorang memilki keberanian:
Rasa takut kepada Allah SWT, Lebih mencintai akhirat daripada dunia, Tidak takut mati, Tidak ragu – ragu, Tawakal dan yakin akan pertolongan Allah.
·
Jubun
atau penakut
Lawan dari sifat syaja’ah adalah jubun yaitu penakut.
Takut menghadapi musuh, takut menyatakan kebenaran, takut gagal, takut
menghadapi resiko dan ketakutan- ketakutan lainnya. Pribahasa arab mengatakan :
“siapa yg takut
kepada Allah, allah akan membuat segala sesuatu takut kepadanya. Sebaliknya
siapa yg tidak takut kepada allah, maka allah akan membuat dia takut kepada
setiap sesuatu.
G.
TAWADHU’
Tawadhu’ artinya rendah hati, lawan dari sombong atau
takabur. Orang yg rendah hati tidak
memandang dirinya lebih dari orang lain, sementara orang yg sombong
mengharagai dirinya secara berlebihan.
Bentuk- bentuk tawadhu’ :
1.
Tidak menonjolkan diri dari orang-orang yg level atau
statusnya sama
2.
Berdiri dari tempat duduknya dalam satu majlis untuk
menyambut kedatangan orang yg lebih mulia dan lebih berilmu dari pada dirinya.
3.
Bergaul dengan orang awam denngan ramah, dan tidak
memandang dirinya lebih dari mereka.
4.
Mau mengunjungi orang lain sekalipun lebih rendah
status sosialnya
5.
Tidak makan minum dengan berlebihan dan tidak memakai
pakaian yg menunjukan kemegahan dan kesombongan
Takabur
dan sombong
Lawan dari sikap tawadhu’ adalah takabur atau sombong
yaitu sikap menganggap diri lebih dan meremehkan orang lain.
Bentuk- bentuk takabur:
1.
Kalau mendatangi suatu majlis, dia ingin dan senang
kalau para hadirin berdiri menyambutnya.
2.
Kalau berjalan, dia ingin ada orang yg berjalan
dibelakangnya,untuk menunjukan bahwa dia lebih hebat dan lebih mulia dari yg
lainnya.
3.
Tidak mau mengunjungi orang yg status nya di anggap
lebih rendah dari dirinya.
H.
MALU
Malu adalah sifat atau perasaan yg menimbulkan
keengganan melakukan sesuatu yg rendah atau tidak baik. Rasulullah bersabda :
“ sesungguhnya semua agama itu mempunyai akhlaq dan
akhlaq islam islam itu adalah sifat malu.” (HR.Malik)
Malu dan iman adalah salah satu refleksi iman. Bahkan
malu dan iman akan selalu hadir bersama-sama. Rasa malu berfungsi mengontrol
dan mengendalikan seseorang dari segala sikap dan perbuatan yg dilarang oleh
agama. Malu,amanah, rahmah dan islam adalah empat hal yg saling berkait.
Konsekuensi logis dari hilngnya malu adalah hilngnya amanah.
I.
SABAR
Secara etimologis sabar (ash- sabr) berarti menahan dan mengekang (al babs wa al kuf) secara
terminologis sabar berarti menahan dari segala sesuatu yg tidak disukai itu
tidak selamanya terdiri dari hal-hal yg tidak disenangi seperti musibah
kematian,sakit, kelaparan dan sebagainya.
Macam – macam sabar
Menurut yusuf al- Qardhawi dalam bukunya Ash-shabrfi al – Qur’an sabar dapat
dibagi enam macam: sabar menerima cobaan hidup, sabar dari keinginan hawa nafsu, sabar
dalam ta’at kepada allah, sabar dalam berdakwah, sabar dalam perang,sabar dalam
pergaulan.
J.
PEMAAF
Pemaaf adalah sikap suka memberi maaf terhadap
kesalahan orang lain tanpa ada sedikit pun rasa benci dan keinginan untuk
membalas. Dalam bahasa arab sifat pemaaf tersebut disebut dengan al- afwu yg secara etimologis berarti
kelebihan atau yg berlebih.
Lapang dada: tindakan memberi maaf sebaiknya diikuti
dengan tindakan berlapang dada. Dalam bahasa arab disebut ash- shafbu yg secara
etimologis berarti lapang.
Dendam
Lawan dari sifat pemaaf adalah dendam, yaitu menahan rasa permushan didalam
hati dan menunggu kesempatan untuk membalas.
Mau info lebih klik juga di sini :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar